Monday, June 4, 2012



Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur,Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..
Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.
Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu. 
Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.
Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama. 
Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok. 
Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi"

Detik Detik Kematian Sang Presiden
Jakarta, Selasa, 16 Juni 1970. Ruangan intensive care RSPAD Gatot Subroto dipenuhi tentara sejak pagi. Serdadu berseragam dan bersenjata lengkap bersiaga penuh di beberapa titik strategis rumah sakit tersebut. Tak kalah banyaknya, petugas keamanan berpakaian preman juga hilir mudik di koridor rumah sakit hingga pelataran parkir. 
- 
Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer. 
- 
Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya. a
- 
Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa, dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar. Menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus. 
- 
Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu 
- 
Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini. 
- 
“Pak, Pak, ini Ega…” 
- 
Senyap. 
- 
Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi. 
- 
Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar. 
- 
Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata. 
- 
Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia coma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya. 
- 
Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah. 
- 
“Hatta.., kau di sini..?” 
- 
Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur. 
- 
“Ya, bagaimana keadaanmu, No ?” 
- 
Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini. 
- 
Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal. “Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu? 
- 
Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno. 
- 
Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil. Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis. 
- 
Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani. 
- 
“No…” Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang. 
- 
Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus. 
- 
Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya. 
- 
Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka. 
Sisa waktu bagi Soekarno kian tipis. 
- 
Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya. 
- 
Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi. 
- 
Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya. 
- 
Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan. 
- 
Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada. 
- 
Dokter Mardjono segera memanggil seluruh rekannya, sesama tim dokter kepresidenan. Tak lama kemudian mereka mengeluarkan pernyataan resmi: Soekarno telah meninggal.

Saturday, June 2, 2012

CARA MENGATASI MASALAH FIDDLER YANG TIDAK BISA DIBUKA

   Ternyata menginstal fiddler rada gampang - gampang susah. Kebanyakan pada eror saat di buka alias gagal instalasi. Kegagalan membaca fiddler dikarenakan sistem operasi tidak bisa membaca fiddler
Ini Aku Ada Solusi Bagi Yang Setiap Ngisntal Fiddler Trus Fiddlernya Ga Bisa Di Buka..
Nama Dari Aplikasi Ini Adalah Net Framework



Silahkan Download

#  Fiddler2


Net Framework




Note : Install Microsoft .NET framework minimal 2.0 untuk menjalankan tool ini 
Fiddler adalah Debugging Web Proxy yang dapat merekam semua HTTP/HTTPS(S) lalu lintas antara komputer Anda dan internet. Fiddler memungkinkan Anda untuk memeriksa semua lalu lintas, mengatur Breakpoints, dan memantau data yang masuk atau keluar. Fiddler mencakup subsistem acara berbasis scripting kuat, dan dapat diperpanjang menggunakan bahasa. NET.
Fiddler adalah freeware dan dapat debug lalu lintas dari hampir semua aplikasi, termasuk Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera, dan ribuan lebih.

jadi intinya dikomputer kamu harus tersedia  Microsoft .NET framework minimal versi  2.0 dan versi lain diatasnya

Sunday, May 27, 2012

Kinjutsu Token Ninja Saga

Berikut daftar-daftar Jutsu Token yang ada di Ninja Saga sekarang :


KINJUTSU LEVEL 10

Semua Kinjutsu level 10 memiliki Cooldown dan penggunaan Chakra (CP) yang sama, yaitu 10 Cooldown dan 50 CP, kecuali WATER RENEWAL yang hanya memerlukan 10 CP. Berikut keterangan masing-masing Kinjutsu level 10 :



1) API = FIRE POWER

Efek = Meningkatkan jumlah Damage (jumlah kerusakan) semua serangan sebesar 40% selama 3 turn (3 giliran).



Skill ini meningkatkan jumlah damage serangan sebesar 40% selama 3 giliran, sangat cocok untuk tipe offensive seperti elemen api dan petir yang ingin meningkatkan jumlah kerusakan serangan mereka. Skill ini WAJIB untuk ninja elemen api yang damage-nya sangat besar.



2) PETIR = LIGHTNING CHARGE

Efek = Meningkatkan kesempatan Critical Strike (serangan kritis; 150% dari damage normal) sebesar 40% selama 3 turn (3 kali).







Skill Lightning Charge ini sama halnya dengan Fire Power karena sama-sama berguna meningkatkan jumlah serangan. Cuma bedanya, Lightning Charge bersifat chance atau kesempatan, yaitu meningkatkan kesempatan Critical Strike sebesar 40%. Sedangkan Fire Power bersifat langsung tanpa harus memiliki chance. Untuk ninja ber-elemen Pure Thunder atau Petir Murni, Fire Power dan Lightning Charge, kedua skill ini efektif untuk digunakan, karena ninja elemen Pure Thunder sudah memiliki kesempatan Critical yang tinggi. Namun untuk Pure Fire, tidak disarankan untuk menggunakan Lightning Charge karena tidak efektif mengingat Pure Fire memiliki kesempatan Critical yang rendah. Jadi, API atau PETIR?? FIRE POWER atau LIGHTNING CHARGE?? Kedua-duanya punya kelebihan masing-masing....



-Tanpa critical chance yang tinggi sekalipun, FIRE POWER sudah efektif untuk digunakan meningkatkan serangan, efektif untuk digunakan semua elemen. Sedangkan LIGHTNING CHARGE tidak akan banyak berguna untuk ninja dengan critical chance rendah... skill ini tidak disarankan.



Tapi...



- Untuk pengguna elemen petir atau Pure Petir yang memiliki Critical Chance yang tinggi, terlebih pengguna talent Dark Eye, LIGHTNING CHARGE jelas lebih bagus daripada FIRE POWER. Karena sekali critical, damage-nya 150% damage normal, belum lagi dengan bonus critical strike yang didapat dari setiap point petir, sedangkan Fire Power cuma memberikan 140% damage normal. Tapi, Fire Power juga bisa digunakan untuk memperoleh damage yang lebih tinggi dan super-mengerikan lagi.



3) BUMI = GOLEM PROTECTION

Deskripsi : Membuat sebuah Golem tanah untuk melindungi diri dari segala serangan.

Efek = Mengurangi jumlah Damage (jumlah serangan) yang diterima sebesar 40% selama 3 turn (3 kali).







Skill ini mah kebalikannya Fire Power, mengurangi 40% damage yang diterima. Cocok untuk digunakan sebagai skill pertahanan. Terutama saat lawan menggunakan Fire Power, dan anda gunakan Golem Protection, maka buff Fire Power tidak berfungsi.



FIRE POWER + (-GOLEM PROTECTION) = FALLING LEAF ILLUSION



Sekali lagi, GP merupakan skill yang bagus dan akan lebih efektif jika digunakan melawan musuh ber-damage tinggi, walaupun tidak wajib tapi jangan ragu untuk mengambil skill ini jika punya banyak tambahan token.



4) AIR = WATER RENEWAL

Efek = Meningkatkan jumlah Chakra Point (CP) sebesar 13% pada setiap turn (regenerasi) selama 3 turn (3 kali).







Menurut saya, dari semua skill token level 10, skill inilah yang paling jelek dan gak berguna. Sebaiknya gak usah dibeli... cuma mengembalikan CP sebesar 39% (3 x 13%)... hanya untuk 39% CP perlu menunggu 3 giliran... mendingan Charge, kan? 2 giliran sudah 50% CP bertambah. Apalagi pengguna talent Dark Eye Level 10 yang hanya perlu 1 kali Charge untuk mengembalikan 50% CP. Jadi, pada intinya, gak usah beli skill ini karena gak akan kepake'...





5) ANGIN = EVASION



Efek = Meningkatkan kesempatan Dodge (menghindar/mengelak) sebesar 40% selama 3 turn (3 kali).






Ini adalah skill token favorit saya dan skill token yang pertama kali saya beli sekaligus skill yang paling saya benci jika musuh di PvP memiliki skill ini>>>



Untuk pengguna elemen angin atau yang attribute-nya banyak ke angin... WAJIB hukumnya beli skill ini... Elemen Angin tanpa Evasion = Elemen Air tanpa Refresh

Meningkatkan dodge chance/rate sebesar 40% sudah cukup untuk membuat lawan hampir tidak dapat menyentuhmu....



KINJUTSU LEVEL 20

Berikut keterangan masing-masing Kinjutsu level 20 :



1) API = HELLFIRE

Cooldown : 10

CP : 220

Damage : 231

Deskripsi : Serangan api yang menyebabkan efek Burn (terbakar)

Efek = Target terkena efek Burn sebesar 3% (HP target berkurang sebesar 3% pada setiap turn) selama 3 turn (3 kali).







Skill Hellfire adalah skill yang wajib dipasang pengguna elemen api dalam menghadapi World Boss atau musuh lain yang memiliki HP tinggi. Pengurangan 9% HP (3% x 3) akan sangat membantu menghabisi World Boss Hunting House dengan mudah. Berikut daftar-daftar skill, talent, pet dan senjata yang memiliki efek Burning dari yang paling tinggi :
15% HP : (1.5% x 10) = Mirror of Passion - Eye of Mirror Lv. 10
9% HP : (3% x 3) = Hellfire
6% HP : (3% x 2) = Keiko, (2% x 3) = Tomaru (Emblem)
4% HP : (2% x 2) = Leiko, (2% x 2) = Lava Spirits - Explosive Lava Lv. 10 (30% chance)
3% HP : (1.5 % x 2) = Kagero (Emblem; 35% chance), (1% x 3) = Burning Yanki Sickle (World Boss; 60% chance)



2) PETIR = LIGHTNING FLASH

Cooldown : 10

CP : 242

Damage : 210

Deskripsi : Serangan kilat petir yang menyebabkan efek Blind (buta)

Efek = Target terkena efek Blind sebesar 70 % (Akurasi/ketepatan target berkurang sebesar 70%) selama 2 turn (2 kali).





Blind, efek ini membuat akurasi musuh yang terkena blind berkurang, hampir sama seperti Evasion, cuma bedanya tidak seperti Evasion atau skill lain yang untuk diri sendiri, Blind berbeda. Jika teman diserang target yang terkena Blind, Dodge mereka juga akan meningkat atau serangan target tersebut meleset. Walaupun harus diingat kalau akurasi bukanlah lawannya dodge.



Skill ini sangat berguna dalam PvP, apalagi bagi ninja elemen angin yang ingin meningkatkan kesempatan dodge mereka. Saat skill Evasion dalam keadaan cooldown, anda dapat menggunakan Lightning Flash yang memiliki kegunaan yang hampir sama dengan Evasion, sayangnya walau jumlah akurasi yang dikurangi sangat tinggi (hampir 100%), ini hanya berlaku selama 2 turn (2 giliran).



3) BUMI = EARTH ABSORPTION

Cooldown : 10

CP : 220

Damage : 189

Deskripsi : Serangan bumi yang mengurangi Chakra target

Efek = Menyerap CP (Chakra Point) target sebesar 15% selama 1 turn (1 kali), dan menambahkannya ke CP kita, sangat efektif untuk World Boss, dimana CP-nya besar-besar.







Kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya Earth Absorption gak berguna... dibandingin skill lainnya... kalau beli skill ini, buang2 token aja, bagus beli skill lain yang lebih bagus... efeknya cuma nyerap chakra doang... nggak efektif dimanapun, kecuali World Boss yang CP-nya gede2... tapi buat apa nyerap Chakra, mendingan Charge aja dan beli skill Token lain. Jadi, pada intinya, gak usah beli skill ini karena gak akan kepake'...



4) AIR = WATER BUNDLE

Cooldown : 10

CP : 210

Damage : 168

Deskripsi : Serangan air yang me-restrict target

Efek = Target terkena efek Restriction (target tidak dapat menggunakan skill) selama 2 turn (2 kali).







Restriction 2 giliran... inilah yang membuat Water Bundle sangat berguna, tidak seperti stun yang bisa di-resist dan nggak jelas berapa turn kenanya (entah 3, 2, atau bahkan 1 turn), Water Bundle berbeda. Restriction tidak bisa di-resist dan pasti kena 2 turn. Hanya dua musuh restriction yaitu PURIFY dan DODGE!, sehingga skill ini akan benar-benar efektif untuk melawan ninja non-Angin/Air. Water Bundle sendiri sebenarnya adalah satu-satunya jurus yang memiliki efek Restriction. Sisanya adalah Talent dan Pet seperti :



- Hidden Silhoutte : Extinguish (3 turn)

- Eye of Mirror : Mirror of Grace (3 turn)

- Dark Eye : Acupuncture Meridians Destruction (2 turn)

- Keiko : Toad Lick (1 turn)

- Suzu : SECRET : Ecstasy Transformation (1 turn)



5) ANGIN = BLADE OF WIND

Cooldown : 8

CP : 176

Damage : 147

Deskripsi : Serangan angin yang menyebabkan efek Bleeding (pendarahan)

Efek = Target terkena efek Bleeding sebesar 25% (Damage/kerusakan seluruh serangan meningkat sebesar 25%; 125% Damage normal) selama 3 turn (3 kali).





Bleeding, efek ini membuat damage meningkat jika menyerang musuh yang terkena bleeding, tidak seperti Fire Power atau skill lain yang untuk diri sendiri, Bleeding berbeda. Jika teman menyerang target yang terkena Bleeding, damage mereka juga akan meningkat.



Skill ini sebenarnya berguna untuk menambah damage serangan pengguna elemen angin yang rendah sebesar 25%, tapi sekarang nampaknya efek dari skill ini tidak TERLALU berguna lagi, karena ada skill (talent) bleeding lain yang lebih bagus, yaitu Samurai: One Sword. Selain itu, masih ada banyak skill yang lain yang bisa menambah jumlah serangan dengan jumlah yang bahkan lebih besar. Berikut urutan skill-skill, talent dan pet yang berguna menambah damage serangan dari yang paling tinggi :
+80% = Eight Extremities - Extreme Mode Lv. 10 (hanya untuk taijutsu dan skill talent 8-EX; 3 turn)
+75% = Hidden Among Rocks (1 turn)
+50% = CRITICAL STRIKE! >>> Lightning Charge. Sebenarnya, untuk mendapatkan +50% damage tidak perlu menggunakan jutsu apapun karena setiap orang sudah memiliki 5% Chance Critical dari awal. Hanya saja, untuk meningkatkan kesempatan ini agar lebih efektif diperlukan Lightning Charge.
+40% = Fire Power (3 turn) dan Deadly Performance - Samurai: One Sword Lv. 10 (3 turn)
+30% = COMBUSTION >>> Status ini hanya bisa didapat dengan meng-invest minimal 1 point ke elemen api .
+25% = Blade of Wind (3 turn)
+20% = Rage of Yama (3 turn) dan Explosive Lava - Lava Shield Lv. 10 (3 turn hanya untuk elemen api dan tanah)
+15% = Armor of Narukami (3 turn)
+10% = Wind Edge Chop, Moon Cleave dan Wind Blade Extension (1 turn)
+10% = Inokuchi - SECRET : Rock Death Spear (2 turn)
+8% = Chiko - SECRET : Flight Sickle (2 turn) dan Angry Tiger Sword
+7% = Leiko - Catalytic Matter (dengan pengorbanan 4% HP / 2% x 2 turn )
+6.5% = Enchanted Katana Gyoubu
+5% = Eriko - Courage Roar (2 turn), Raita - Military Lightning Roar (2 turn), Ichi no Katana dan Explosive Lava (skill pasif)
+3% = Hiragi - Poem of Bird (3 turn)
+2% = Abarenbo (50% chance) dan Mountain Haze



KINJUTSU LEVEL 30

Berikut keterangan masing-masing Kinjutsu level 30 :



1) API = FIRE ENERGY EXCITATION

Cooldown : 10

CP : 240

Damage : -

Deskripsi : Menggunakan skill tanpa menggunakan Chakra (CP) selama 3 turn (3 kali)

Efek = Tidak bisa mengisi Chakra (Charge) selama 6 turn (6 kali).







Skill ini cocok dipakai oleh elemen apapun dan untuk melawan elemen apapun, namun lebih efektif dipakai oleh elemen non-air dan non-dark eye yang memiliki CP rendah. Skill ini juga cocok dipakai pengguna elemen tipe offensive dengan penggunaan CP yang besar, seperti Petir dan Api. Skill ini sangat bagus untuk elemen Petir yang paling boros penggunaan CP. Tapi ada efek samping tidak bisa Charge selama 6 turn atau 3 turn berikutnya, tapi disinilah gunanya CHAKRA SCROLL yang selama ini saya kira nggak guna... xD



2) PETIR = FLASH LIGHTNING BUNDLE

Cooldown : 10

CP : 176

Damage : 341

Efek = Mengurangi kesempatan menghindar rata-rata (Dodge rate) target sebesar 40% dan mengurangi Chakra (CP) target sebesar 8% setiap kali target menyerang selama 3 turn (3 kali).







Kalau dilihat dari keterangan diatas, skill ini KELIHATANNYA sangat berguna untuk melawan ninja elemen angin yang memiliki dodge chance tinggi, mengurangi dodge chance dan CP lawan, jurus ini benar-benar akan merugikan pengguna elemen angin. TAPI, coba pikir2 lagi deh.... Apa FLB benar2 efektif? Baca dialog dibawah...



PIKIR-PIKIR TENTANG "FLASH LIGHTNING BUNDLE"

Kalau dipikir2 lagi, FLB sebenarnya nggak efektif dan nggak guna, kenapa???



A : Flash Lightning Bundle sebaiknya digunakan sebelum lawan menggunakan Evasion atau Wind Peace-nya, karena walaupun kita coba serang, kalau musuh sudah masang dua skill tersebut, Flash Lightning Bundle kita tetap akan di-dodge.

B : JADI GIMANA NIH???

A : Kita harus jalan lebih dulu agar bisa menggunakan Flash Lightning Bundle lebih dulu sebelum musuh menggunakan buff peningkat dodge chance-nya...

B : Nah lho, Wind User kan selalu jalan lebih dulu karena agility-nya tinggi, gimana bisa sempet nyerangnya??!!

A : ITULAH MASALAHNYA...



Kesimpulannya, jurus ini hanya seperti jurus penyerangan biasa lainnya...





3) BUMI = HIDDEN AMONG ROCKS

Cooldown : 10

CP : 75

Damage : -

Efek = Mengurangi jumlah kerusakan (Damage) yang diterima sebesar 100% pada satu turn (satu kali) yang pertama, dan meningkatkan jumlah kerusakan (Damage) serangan sebesar 75% (175% Damage normal) pada turn yang kedua (satu kali).







Salah satu skill terbaik elemen tanah lainnya adalah HAR (Hidden Among Rocks)... jurus ini bagus untuk dipakai dimanapun, tapi lebih berguna untuk PvP dan misi. Efek pertamanya adalah damage apapun yang menyerang kita akan menjadi 0, dari efek pertamanya aja dah kelihatan bagusnya, sayangnya cuma 1 turn doang... efek keduanya adalah menambah damage serangan kita sebesar 75%, WOW... dari semua skill yang ada, HAR adalah skill peningkat damage paling tinggi... yaitu 75%, hampir 100%!!! Sayangnya, ini cuma 1 turn...



Kalau dari semua talent, skill dan pet peningkat damage yang ada, HAR no.2, sesudah Extreme Mode-nya 8-Extremities yang meningkatkan 80% damage.



4) AIR = PRISON COLLIDING WAVE

Cooldown : 10

CP : 160

Damage : -

Efek = Target terkena stun, HP (darah) & CP (chakra) target berkurang sebesar 2% selama 2 turn (2 kali).







PCW (Prison Colliding Wave) menurut saya adalah skill level 30 terbaik dan juga salah satu skill bagus lainnya dari air. Cocok untuk segala hal, PvP, World Boss ataupun misi. Walaupun stun, jika pake' PCW, stunnya nggak pernah kurang dari 2, kalau kena, pasti stunnya 2 kali, nggak pernah kurang, samalah hebatnya ama Water Bundle... selain itu, menurut pengamatan saya selama ini, PCW tidak pernah di-resist World Boss. Mengurangi CP & HP sebesar 4% (2% x 2), PCW juga efektif dalam World Boss... fungsinya hampir sama seperti Hellfire, walau Hellfire masih tetap nomor 1.



5) ANGIN = WIND PEACE

Cooldown : 10

CP : 128

Damage : -

Efek = Meningkatkan kesempatan menghindar rata-rata (Dodge rate) sebesar 20%, dan meningkatkan jumlah Chakra (CP) sebesar 8% pada setiap turn selama 3 turn (3 kali), berlaku untuk seluruh anggota tim.







Wind Peace, skill ini adalah kembarannya Evasion, sama-sama ningkatin dodge, walau lebih kecil... hehe... cuma 20%, tapi skill ini juga menambah CP sebesar 8% dan yang paling saya suka dari skill ini adalah : Efeknya berlaku untuk seluruh anggota tim, sangat berguna kalau anggota tim lagi sekarat



KINJUTSU LEVEL 40

Dari semua Kinjutsu, Kinjutsu level 40 bisa dibilang agak menarik dan unik dibanding Kinjutsu lainnya, karena hampir semua Kinjutsu level 40 berbentuk monster atau mirip dewa masing-masing elemen tersebut, kecuali Shield of Suiten. Berikut keterangan masing-masing Kinjutsu level 40 :



1) API = RAGE OF YAMA

Cooldown : 10

CP : 100

Damage : -

Efek = Meningkatkan jumlah kerusakan (Damage) serangan sebesar 20%, jumlah kerusakan (Damage) lawan juga meningkat 20% tapi 100% jumlah kerusakan (Damage) yang diterima dibalikkan ke musuh (Reactive Force) sebesar selama 3 turn (3 kali).





Berwujud kepala monster berwajah menyeramkan dengan rambut api menyala-nyala yang bernama YAMA. Efeknya adalah Rage yang dapat meningkatkan damage 20%, sama seperti Fire Power walau lebih kecil... selain itu, defense/pertahanan kita juga akan berkurang 20% atau dapat dikatakan serangan yang mengenai kita juga bertambah 20%, TAPI>>>



YANG TERBAIK dari jurus ini adalah = 100% REACTIVE FORCE!!! Wow...



Walaupun damage musuh juga ikut meningkat 20%, tapi apa gunanya kalau semua serangan tersebut dibalikkan ke musuh seluruhnya (100%)??? Ini sama aja Damage = 0 dan musuh yang menyerang akan buang2 Chakra saja... tapi hati-hati dengan Pure Earth (Murni Tanah) yang jumlah HP-nya lebih banyak, walau Rage of Yama kita pakai, Pure Earth tidak akan ragu-ragu menyerang...



Pure Earth-lah satu-satunya kelemahan Rage of Yama

2) PETIR = ARMOR OF NARUKAMI

Cooldown : 10

CP : 100

Damage : -

Efek = Meningkatkan jumlah kerusakan (Damage) serangan, kesempatan melakukan serangan kritis (Crirical Chance), dan akurasi (ketepatan) sebesar 15% selama 3 turn (3 kali).







Berwujud monster perkasa berambut tajam yang diselimuti listrik bernama NARUKAMI. Efeknya adalah meningkatkan serangan, akurasi, dan kritikal sebesar 15%. Cuma 15% aja???

Ningkatin damage 15%>>> Bagusan Fire Power-lah... 40%

Ningkatin kritikal 15%>>> Bagusan Lightning Charge (LC)-lah... 40%

Ningkatin akurasi 15%... saya rasa cuma ini yang bagus...



Setelah dipikir-pikir lagi, menurut saya, Armor of Narukami bukanlah prioritas utama... boleh dibeli tapi saat punya banyak Token lebih... Armor of Narukami akan baik digunakan sebagai pengganti Lightning Charge, terutama saat LC dalam keadaan Cooldown... kalau LC gak Cooldown, ya pake' LC aja...





3) BUMI = EMBRACE OF GOLEM

Cooldown : 10

CP : 100

Damage : -

Efek = Meningkatkan jumlah HP (darah) sebesar 5% setiap turn dan tidak akan terpengaruh oleh status negatif apapun (Purify) selama 3 turn (3 kali).







Siapa yang nggak tahu GOLEM? Tentu saja tahu, monster ini adalah jurus spesialis elemen tanah yang tersedia dalam berbagai level dan bentuk seperti dalam jutsu Mud Golem, Golem Protection, Mud Golem Fist, Embrace of Golem.



Efek Embrace of Golem yang benar-benar hebat, yaitu Purify & menambah 5% HP selama 3 turn membuat EoG (Embrace of Golem) menjadi Skill Token Pertahanan Terbaik Nomor 3 Ninja Saga, menurut saya, sesudah EVASION (No.1) dan SHIELD OF SUITEN (No.2).



Bagi yang memiliki skill ini, WAJIB digunakan pada turn pertama PvP. Karena biasanya, pada turn-turn pertama, musuh akan menggunakan jurus-jurus disable seperti Restriction, Sleep, Barrier, Chaos, Stun, dll. Maka dengan adanya EoG, anda akan terselamatkan dari efek-efek negatif tersebut... selain itu, efek mengembalikan 15% HP (5% x 3) juga akan sangat terasa efeknya pada Pure Earth (Murni Tanah) yang rata-rata HP-nya besar...



4) AIR = SHIELD OF SUITEN

Cooldown : 10

CP : 100

Damage : -

Efek = Jumlah kerusakan (Damage) diterima melalui CP, dan tidak melalui HP (Rasio : 1 CP = 2 HP). Berlaku selama 3 turn (3 kali).







Jurus ini memang tak berwujud seperti monster melainkan hanya berwujud gelembung yang menyelubungi penggunanya, mungkin memang seperti itu bentuk asli-nya SUITEN.



Maksud dari jurus ini adalah, HP kita tidak akan berkurang saat musuh menyerang kita, atau dapat dikatakan Damage = 0. Walaupun begitu, Damage serangan musuh tetap diterima melalui CP kita dengan rasio : 1 CP = 2 HP. Berikut saya berikan contoh situasinya :



Anda menggunakan jurus Shield of Suiten. Dan saat musuh menyerang, akan nampak tulisan angka 0 yang berarti HP anda tidak berkurang, dan ini memang benar. Namun sebaliknya, CP anda mengalami penurunan dengan rasio 1/2 dari damage musuh. Jika pada normalnya, musuh memberikan damage 1000, tapi dalam situasi ini, HP anda sama sekali tidak berkurang namun CP anda berkurang 500. Jika musuh memberikan damage 250, HP tidak berkurang dan CP anda berkurang 125. Jika damage 414, HP tidak berkurang, namun CP berkurang 212. Kalau damage 56, HP tidak berkurang, namun CP berkurang 28, dan begitulah seterusnya. UDAH PAHAM, KAN??



Skill ini lebih efektif dipakai oleh ninja dengan jumlah CP berlebih, yaitu tentu saja pengguna elemen air dan Talent Dark Eye.



5) ANGIN = DANCE OF FUJIN

Cooldown : 10

CP : 100

Damage : -

Efek = Mengurangi 4 turn cooldown seluruh jurus yang ada (Tidak termasuk jurus ini dan Talent).







Berwujud seperti monster hebat berambut keriting yang berwujud angin bernama FUJIN.



Efeknya adalah Rapid Cooldown yang dapat mengurangi Cooldown semua jurus yang ada (kecuali jurus ini sendiri, dan talent) sebesar 4 giliran. Kecepatan angin dalam Agility, Cooldown Jurus dan Penggunaan CP dapat dimaksimalkan dengan jurus ini.



Bahkan dengan Dance of Fujin...

1 Fire Power orang biasa = 2 Fire Power dengan Dance of Fujin

1 Evasion orang biasa = 2 Evasion dengan Dance of Fujin

1 Wind Peace orang biasa = 2 Wind Peace dengan Dance of Fujin

1 Lightning Flash orang biasa = 2 Lightning Flash dengan Dance of Fujin

1 Feather Illusion orang biasa = 2 Feather Illusion dengan Dance of Fujin

Hmmm.... gimana???



Kinjutsu level 50



1.Wind Kinjutsu : Infinite Whirlwind Breakthrough

Efek : Menghilangkan semua status negatif, mengurangi 1 cooldown pada setiap ninjutsu angin, setiap player menerima serangan. (2 Turn)

Damage : 0 Cooldown : 12 Chakra : 250



2. Earth Kinjutsu : Golem Rock Gauntlets

Efek : Menghilangkan semua status negatif, mengurangi damage yang diterima sebesar 25% (2 Turn), jika ada ninjutsu tanah yang digunakan, putaran berikutnya damage yang diterima player menjadi 100%.

Damage : 0 Cooldown : 14 Chakra : 250



3. Water Kinjutsu : Shark Encampment Shield

Efek : Menghilangkan semua status negatif, bonus 30% heal ekstra ketika menggunakan jutsu heal atau healing scroll (3 Turn), mengurangi 10% CP lawan setiap player menerima serangan dari lawan tersebut.

Damage : 0 Cooldown : 14 Chakra : 250



4. Fire Kinjutsu : Fire Phoenix Breath

Efek : Menghilangkan semua status negatif, mengabaikan 30% dodge lawan, sama dengan mengurangi 30% dodge lawan tetapi hanya bagi pengguna jutsu ini. (4 Turn)

Damage : 0 Cooldown : 14 Chakra : 250



5. Lightning Kinjutsu : Ultimate Lightning Boost

Efek : Menghilangkan semua status negatif, memberikan efek stun (1 Turn) untuk semua serangan ninjutsu petir. (2 Turn)

Damage : 0 Cooldown : 15 Chakra : 250



Kinjutsu Level 60



1. Lightning Kinjutsu : Narukami Great Lightning Bullet

Efek : Mengurangi 20% kemungkinan 'Reactive Force' pada lawan (4 Turn), menambah (memperlama) 'cooldown' pada 3 Ninjutsu Tanah milik lawan, lawan menerima serangan 100% Critical Hit jika player berada dalam keadaan efek dari 'Kinjutsu : Ultimate Lightning Boost'.

Damage 671, Cooldown 14, Chakra 300



2. Water Kinjutsu : Strong Arm Of Suiten

Efek : Mengurangi 20% kemungkinan 'Combustion' pada lawan (4 Turn), menambah 'cooldown' pada 3 Ninjutsu Api milik lawan, serangan lawan ke player dikurangi 50% damage jika player berada dalam keadaan efek dari 'Kinjutsu : Shark Encampment Shield'.

Damage 549, Cooldown 14, Chakra 300



3. Wind Kinjutsu : Fuijin Vacuum Storm

Efek : Mengurangi 20% kemungknan 'Critical' pada lawan (4 Turn), menambah 'cooldown' pada 3 Ninjutsu Petir milik lawan, lawan menerima serangan 120% damage jika player berada dalam keadaan efek dari 'Kinjutsu : Whirlwind Breakthrough'.

Damage 488, Cooldown 12, Chakra 300



4. Fire Kinjutsu : Yama Great Fire Cannon

Efek : Mengurangi 20% kemungkinan 'Dodge' pada lawan (4 Turn), menambah 'cooldown' pada 3 Ninjutsu Angin milik lawan, tiap serangan yang dilakukan ke lawan akan mengurangi 8% HP lawan, jika player berada dalam keadaan efek dari 'Kinjutsu : Fire Phoenix Breath'.

Damage 732, Cooldown 14, Chakra 300



5. Earth Kinjutsu : Golem Great Smash

Efek : Mengurangi 20% kemungkinan 'Purify' pada lawan (4 Turn), menambah 'cooldown' pada 3 Ninjutsu Air milik lawan dan membuat lawan tidak bisa melakukan 'heal', jika player berada dalam keadaan efek dari 'Kinjutsu : Golem Rock Gauntlets'.

Damage 610, Cooldown 14, Chakra 300





Kinjutsu Genjutsu

Selain Kinjutsu elemen, ada juga 3 Kinjutsu lain yang berupa Genjutsu, yaitu :



1) SEXY GIRL TRANSFORMATION

Harga : 100 Token

Cooldown : 14

CP : 85

Damage : -

Deskripsi : Ber-transformasi menjadi seorang gadis seksi dan men-stun target

Efek = Stun target selama 3 turn (3 kali).



Ini adalah genjutsu stunning khusus Premium User/Emblem User, sedangkan untuk Free User, bisa menggunakan Fat Woman Transformation yang memiliki efek stun selama 2 turn (2 kali).





2) FEATHER ILLUSION Harga : 200 Token

Cooldown : 14

CP : 85

Damage : -

Deskripsi : Sebuah genjutsu yang menyebabkan efek Sleep (tertidur)

Efek = Target terkena efek Sleep selama 3 turn (3 kali).







Berbeda dengan stun, restriction atau efek disable lainnya, efek sleep akan hilang jika target diserang. atau terkena efek Burn. Karena sleep artinya tertidur, jika target diserang, maka target akan terbangun, dan efek sleep ini akan secara otomatis hilang. Efek sleep Feather Illusion memiliki banyak manfaat dan WAJIB hukumnya untuk setiap elemen memiliki Genjutsu ini...



Berikut kelebihan Feather Illusion (FI) :
Berguna sebagai kesempatan mengisi darah (HP) dan chakra (CP) kembali selama 3 turn ; Charge, Refresh dan Healing Scroll
FI adalah langkah terbaik untuk menghilangkan buff musuh, KECUALI Embrace of Golem, Water Renewal, Evasion dan Wind Peace. BYE Lightning Charge, BYE Armor of Narukami, BYE Shield of Suiten, BYE Fire Power, BYE Rage of Yama, dan Hidden Among Rocks juga... xD
Sebagai penunda waktu pertarungan, sangat berguna untuk menunggu cooldown jurus terbaik anda.
Untuk melakukan COMBO tanpa adanya gangguan.
Untuk membuat serangan anggota tim anda lebih terarah pada satu target. Efektif untuk melawan musuh yang lebih dari satu, karena Pet dan anggota tim tidak akan menyerang musuh yang berada dalam status Sleep.
Harga-nya murah (hanya 200 Token) namun cocok untuk seluruh kombinasi elemen.

Tapi, FI juga punya kelemahan, yaitu :
Purify Elemen Air atau Embrace of Golem.
Buff Catalytic Matter Leiko.
Status Burn dan Poison.
Dodge Chance elemen Angin. FI bisa tidak kena...



3) FALLING LEAF ILLUSION

Harga : 400 Token

Cooldown : 14

CP : 275

Damage : -

Efek = Menghilangkan semua efek Buff target.







Genjutsu ini digunakan untuk menghilangkan efek Buff musuh. Yang dimaksud dengan buff disini adalah efek-efek positif yang dilakukan oleh musuh. Sebagai contoh, jika musuh menggunakan Kinjutsu Fire Power, lalu kita gunakan Falling Leaf, maka efek Fire Power untuk meningkatkan 40% damage serangan hilang dan tidak berfungsi. Begitu juga untuk jutsu buff lainnya, seperti Evasion, Lightning Charge, Armor of Narukami, Hidden Among Rocks, dll. Efek-efek tersebut akan hilang dan tidak berfungsi saat kita gunakan Falling Leaf.

Friday, May 11, 2012

Pengembangan Sistem Evaluasi PAI (2)


Pengembangan Sistem Evaluasi PAI

KATA PENGANTAR



Alhamdulillah, puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT. Shalawat beriringan salam kita panjatkan keharibaan nabi besar Muhammad SAW dan para sahabatnya sekalian, yang mana pada tahun 2009 - 2010 M ini penulis dapat menyusun makalah Pengembangan Sistem Evaluasi PAI. Disini penulis mengangkat judul tentang “Pengertian, Fungsi, Tujuan Dan Sasaran Evaluasi Pendidikan”.
Dalam hal ini, penulis menyadari berbagai kelemahan kekurangan dan keterbatasan yang ada. Sehingga tetap terbuka kemungkinan terjadinya kekeliruan dan kekurangan disana sini, baik penulisan terutama dalam bidang isi dan sistematika uraiannya. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak dalam rangka tercapainya kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya, kepada Allah jualah penulis berserah diri serta memohon taufik hidayah-Nya. Kepada teman - teman dari segenap pembaca makalah ini, kiranya makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan suri teladan bagi kehidupan kita semua. Amiin.



                                                                                    Karawang, 11 Oktober 2012











DAFTAR ISI


Halaman
KATA PENGANTAR .......................................................................................      i
DAFTAR ISI ......................................................................................................     ii
BAB    I.       PENDAHULUAN ........................................................................     1
                     A.  Latar Belakang .........................................................................     1
BAB    II.     PEMBAHASAN ...........................................................................     2
                     Pengertian, Fungsi, Tujuan Dan Sasaran Evaluasi Pendidikan ......     2
                     A.  Pengertian Evaluasi ..................................................................     2
                     B.  Fungsi Evaluasi ........................................................................     3
                     C.  Tujuan Evaluasi ........................................................................     5
                     D.  Sasaran Evaluasi ......................................................................     6
BAB    III.    PENUTUP .....................................................................................     7
                     A.  Kesimpulan ..............................................................................     7
                     B.  Kritik Dan Saran ......................................................................     7
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................     9


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pendidik merupakan komponen dasar penting dalam sistem pendidikan. Pendidik akan berinteraksi dalam proses pembelajaran untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang diinginkan. Oleh karena itu, pendidik sangat berperan besar sekaligus menentukan ke mana arah potensi peserta didik yang akan dikembangkan.
Konsep pendidik dalam perspektif pendidikan memiliki karakteristik tersendiri yang sesuai dengan karakteristik pendidikan itu sendiri. Hal itu juga dapat ditelusuri melalui tugas dan persyaratan ideal yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Tentu semua itu tidak terlepas dari landasan ajaran Islam, yaitu al-Qur’an dan Sunnah yang menginginkan perkembangan pendidik tidak bertentangan dengan ajaran kedua landasan tersebut sesuai dengan pemahaman maksimal manusia.
Jika karakteristik yang diinginkan oleh pendidikan dapat dipenuhi, maka pendidikan yang berkualitas niscaya akan dapat diraih. Untuk itu, kajian dan analisis filosofis sangat dibutuhkan dalam merumuskan konsep pendidik dalam perspektif pendidikan sehingga diperoleh pemahaman yang utuh tentang pendidik.

Makalah yang sederhana ini akan menguraikan tentang analisis filosofis tentang pendidik dalam perspektif filsafat pendidikan. Diharapkan makalah ini menjadi bahan diskusi lebih lanjut agar dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang pendidik itu sehingga berguna dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan yang diinginkan secara efektif dan efisien.




B.  Skema Rumusan Masalah
Makalah ini memmbahas tentang pendidik (guru) pendidikan dengan Analisis dan Pola Fikir Filosofis secara ontologis,epistemology dan aksiologi dengan pola pikir sistematis, radikal, universal yang dirumuskan seperti berikut:

Rumusan Masalah Pendidik

Pola fikir filosofis  tentang pendidik ( guru ) pendidikan
1.      Ontologis
a). apa itu pendidik ?.
b). siapa pendidik itu ?.
c). bagaimana keberadaan pendidik itu?

2.      Epistemology
a). bagaimanakah karakteristik pendidik itu?.
b). bagaimana pula syarat menjadi pendidik itu?.
c). seperti apa pula perspektif islam tentang kompetensi pendidik?

3.      Aksiology
a). bagaimanakah peran pendidik itu dan apa pula fungsi pendidik itu?
b) apa saja yang menjadi tugas pendidik ?
c) dan apa tanggung jawab pendidik ?
d) dan seperti apakah kode etik pendidik supaya tujuan pendidik tercipta?


BAB II
PEMBAHASAN


A.  Analisis dan Pola Pikir Filosofis Tentang Pendidik
1. Analisis dan Pola Pikir Filosofis Tentang Pendidik Secara Ontologi
Pendidik adalah orang yang mendidik. Dalam pendidikan formal tingkat dasar dan menengah disebut guru, sedangkan pada perguruan tinggi disebut dengan dosen. Dalam bahasa Arab, juga ditemukan beberapa istilah yang memiliki makna pendidik, yaitu ustadz, mudarris, mu’allim, dan mu’addib. Abuddin Nata mengemukakan bahwa kata ustadz jamaknya asātidz yang berarti teacher (guru), professor (gelar akademik), jenjang di bidang intelektual, pelatih, penulis, dan penyiar. Adapun kata mudarris berarti teacher (guru), instructor (pelatih), lecture (dosen). Sedangkan kata mu’allim yang juga berarti teacher (guru), instructor (pelatih), dan trainer (pemandu). Sementara kata mu’addib berarti educator (pendidik) atau teacher in koranic school (guru dalam lembaga pendidikan al-Qur’an).
Adanya perbedaan dalam penggunaan istilah pendidik, juga berangkat dari penggunaan istilah pendidikan yang digunakan. Bagi orang yang berpendapat bahwa istilah yang tepat untuk menggunakan pendidikan adalah tarbiyah, maka seorang pendidik disebut murabbi, jika ta’līm yang dianggap lebih tepat, maka pendidiknya disebut mu’allim, dan jika ta’dīb yang dianggap lebih cocok untuk makna pendidikan, maka pendidik disebut dengan mu’addib.



Kata ”murabbi”, sering dijumpai dalam kalimat yang orientasinya lebih mengarah pada pemeliharaan, baik yang bersifat jasmani atau rohani. Pemeliharaan seperti ini terlihat dalam proses orang tua membesarkan anaknya. Mereka tentunya berusaha memberikan pelayanan secara penuh agar anaknnya tumbuh dengan fisik yang sehat dan kepribadian serta akhlak terpuji. Term mu’addib mengacu kepada guru yang memiliki sifat-sifat rabbany yaitu nama yang diberikan bagi orang-orang yang bijaksana dan terpelajar yang memiliki sikap tanggung jawab yang tinggi serta mempunyai jiwa kasih sayng terhadap peserta didik. Sedangkan kata ”mu’allim” memberikan konsekuensi bahwa guru adalah seorang yang alim (ilmuan), menguasai ilmu pengetahuan, keratif dan memiliki komitmen dalam pengembangan ilmu. Dalam pengertian ini maka seorang guru harus kaya dengan ilmu dan aktivitas dan ia berusaha untuk memberikan pengetahuannya tersebut kepada peserta didiknya.

Meskipun terdapat berbagai perbedaan istilah, yang jelasnya makna dasar dari masing-masing istilah tersebut terkandung di dalam konsep ”pendidik” dalam pendidikan Islam. Dengan demikian, ”pendidik” tidak hanya sebagai orang yang menyampaikan materi an sich kepada peserta didik (transfer of knowladge), tetapi lebih dari itu ia juga bertugas untuk mengembangkan kemampuan peserta didik secara optimal (tranformation of knowladge) serta menanamkan nilai (internalitation of values) yang berlandaskan kepada ajaran Islam. Tegasnya, seorang pendidik berperan besar dalam menumbuh-kembangkan berbagai potensi positif peserta didik secara optimal sehingga tujuan pendidikan Islam yang ideal dapat diraih.

Menurut Ramayulis, pendidik dalam pendidikan Islam setidaknya ada empat macam. Pertama, Allah SWT sebagai pendidik bagi hamba-hamba dan sekalian makhluk-Nya. Kedua, Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya telah menerima wahyu dari Allah kemudian bertugas untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya kepada seluruh manusia. Ketiga, orang tua sebagai pendidik dalam lingkungan keluarga bagi anak-anaknya. Keempat, Guru sebagai pendidik di lingkungan pendidikan formal, seperti di sekolah atau madrasah. Namun pendidik yang lebih banyak dibicarakan dalam pembahasan ini adalah pendidik dalam bentuk yang keempat.

2. Keberadaan Pendidik

a. Pendidik dalam al-Qur’an

Secara eksplisit, memang tidak ditemukan ayat-ayat al-Qur’ann yang berbicara tentang pendidik. Namun secara implisit, al-Qur’an membicarakan tentang pendidik. Hal itu dapat dilihat dari konsep al-Qur’an tentang ilmu dan kedudukan orang-orang yang berilmu. Orang yang berilmu ini tentunya memiliki hubungan erat dengan pendidik, dimana pendidik adalah orang yang memiliki dan mengajarkan ilmu.
Dalam al-Qur’an ditemukan ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Allah memposisikan pendidik pada tempat terhormat. Seperti firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْوَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. al-Mujadilah/58: 11)

Selain dari ayat di atas, juga terdapat firman Allah dalam surat az-Zumar tentang posisi seorang pendidik dengan ilmu yang dimilikinya. Firman-Nya:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ
Artinya: Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (Q.S. az-Zumar/39: 9).

Selain dari posisi di atas, seorang pendidik yang berilmu tersebut memiliki karakter takut, tunduk dan taat kepada Allah (khasyyatullah). Hal ini berarti bahwa secara implisit seorang pendidik memiliki kelebihan dari manusia lain ketika menjalankan perintah Allah. Firman-Nya:
وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Artinya: Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama . Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Q.S. Fathir/35: 28).

Menurut Ramayulis, dari ayat-ayat yang berkenaan dengan ilmu (pendidik) di atas, dapat disimpulkan bahwa Allah menempatkan seorang pendidik pada posisi yang terhormat. Jika digunakan logika berfikir yang linear maka tentunya posisi ulama akan terus meningkat derajatnya apabila ia mengaplikasikan ilmunya dalam sikap hidup dan perilaku sehari-hari. Selanjutnya posisi terhormat seorang pendidik tersebut akan terus meningkat ke derajat yang lebih tinggi bila ilmu tersebut diwariskan kepada orang lain melalui usaha pendidikan.

b. Pendidik dalam Hadis

Dari beberapa hadis dapat dilihat bahwa Nabi Muhammad SAW juga memposisikan pendidik di tempat yang mulia dan terhormat. Dia menegaskan bahwa ulama adalah pewaris para nabi, sementara makna ulama adalah orang yang berilmu. Dalam perspektif pendidikan Islam, pendidik termasuk ulama. Tegasnya, pendidik adalah pewaris para nabi. Hadis itu berbunyi:
.....
اْلعُلَمَاءُ وَرَاثَتُ اْلاَنْبِيَاءِ.....
Artinya: …...Para ulama (guru) adalah pewaris para nabi…(Dari Abu Darda’ r.a. dan diriwayatkan oleh Ibn Majah)

Hadis di atas juga menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memberikan perhatian yang besar terhadap ”pendidik” sekaligus memberikan posisi terhormat kepadanya. Hal ini beralasan mengingat peran pendidik sangat menentukan dalam mendidik manusia untuk tetap konsisten dan komitmen dalam menjalankan risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

c. Pendidik dalam Sistem Pendidikan Nasional

Dalam sejarah bangsa Indonesia, status pendidik juga mendapat penghormatan yang mulia. Bahkan sering dikenal pepatah yang menyebutkan bahwa guru adaha ”digugu dan ditiru”. Di beberapa wilayah Indonesia, ada beberapa ungkapan populer untuk menyebut guru. Di Minangkabau, misalnya, guru biasanya disebut Buya berasal dari kata abuyya yang berarti Bapakku tercinta; sementara di daerah lain, seperti Sunda, dikenal sebutan Yang guru, Nyai guru, Kang guru, Uwa guru dan Aki guru. Walaupun sebutan itu ditujukan kepada guru yang memiliki keunggulan, namun hal ini bisa dijadikan alasan kuat untuk menyatakan bahwa guru berada pada posisi terhormat di mata masyarakat.
Dalam sistem pendidikan nasinal, pendidik dikenal dengan beberapa sebutan, seperti yang ditegaskan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) pasal 1 ayat (6): ” Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan”.

Sementara dalam pendidikan formal, pendidik dikenal dengan sebutan guru untuk tingkat sekolah dasar dan menengah dan dosen untuk tingkat perguruan tinggi. 
Hal ini dapat dilihat dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Pada Bab II pasal 2 disebutkan bahwa:

1. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
2. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada pasal 8 disebutkan juga bahwa ”Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.”

Kompetensi yang dimaksud dijelaskan sebelumnya pada pasal 1 ayat (10): ”Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.” Sedangkan kompetensi itu meliputi empat aspek, sebagaimana yang dijelaskan pada pasal 10 ayat (1) ”Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”.

Adanya konstitusi di atas menunjukkan bahwa pendidik memang memiliki peran penting serta berkedudukan yang mulia dan terhormat, tidak saja dalam perspektif Islam, tetapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Hal ini tentunya berangkat dari kesadaran bahwa pendidik memiliki peran strategis sekaligus memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan dan peningkatan peradaban suatu bangsa.

Berkaitan dengan ini, maka dalam pendidikan Islam disebutkan bahwa pendidik dipandang sebagai abu al-ruh (orang tua spiritual atau rohani) bagi para muridnya. Guru hadir di hadapan muridnya dalam kelas memberikan bimbingan jiwa dengan berbagai hikmah, dan mauizhah dalam melaksanakan pendidikan, terutama dalam membimbing akhlak dan moral. Atas dasar ini maka menghormati pendidik juga berarti menghormati Bapaknya (orang tua) sendiri, dan penghargaan terhadap pendidik berarti juga menghargai orang tuanya juga.

3. Tugas Pendidik

Mengenai tugas pendidik dalam perspektif pendidikan Islam, Ramayulis membaginya ke dalam dua tugas, yaitu tugas umum dan tugas khusus. Secara umum, tugas pendidik adalah mengemban misi rahmatan li al-‘ālamīn, yakni suatu misi yang mengajak manusia untuk tunduk dan patuh pada hukum-hukum Allah guna memperoleh keselamatan dunia dan akhirat. Kemudian misi dikembangkan kepada pembentukan kepribadian yang berjiwa tauhid, kreatif, beramal shaleh, dan bermoral tinggi.

Secara khusus, tugas pendidik ada tiga macam. Pertama, sebagai pengajar (instruksional) yang bertugas merencanakan program pengajaran dan melaksanakan program yang telah disusun, dan penilaian setelah program itu dilaksanakan. Kedua, sebagai pendidik (educator) yang mengarahkan peserta didik pada tingkat kedewasaan yang berkepribadian insan kamil, seiring dengan tujuan Allah menciptakan manusia. Ketiga, sebagai pemimpin (managerial), yang memimpin dan mengendalikan diri sendiri, peserta didik dan masyarakat yang terkait. Tugas ketiga ini menyangkut upaya pengarahan, pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan, partisipasi atas program yang dilakukan itu.

Sementara Hujjatul Islam, Imam al-Ghazali, seperti yang dikutip Samsul Nizar, bahwa tugas pendidik yang utama adalah menyempurnakan, membersihkan, mensucikan, serta membawa hati manusia untuk taqarrub ila Allah. Para pendidik hendaknya mengarahkan peserta didik untuk mengenal Allah lebih dekat melalui seluruh ciptaannya. Para pendidik dituntut untuk dapat mensucikan jiwa peserta didiknya. Hanya dengan melalui jiwa-jiwa yang suci manusia akan dapat dekat dengan Khaliq-Nya. Begitu pula an-Nahlawi berpendapat bahwa selain bertugas mengalihkan berbagai pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik, tugas utama yang perlu dilakukan pendidik adalah tazkiyat an-nafs yaitu mengembangkan, membersihkan, mengangkat jiwa peserta didik kepada Khaliq-Nya, menjauhkan dari kejahatan, dan menjaganya agar tetap berada pada fitrah-Nya yang hanif. Pendapat ini menunjukkan bahwa tugas seorang pendidik yang tidak kalah penting adalah sebagai muzakky.

Dalam al-Qur’an juga disinggung bahwa tugas pendidik—dalam konteks pendidik sebagai waratsatul an-biya’—memang bertugas sebagai sekaligus mu’allim sebagai muzakky. Hal ini sesuai dengan tugas Rasul dalam firman-Nya:
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولاً مِّنكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمْ تَكُونُواْ تَعْلَمُونَ
Artinya: Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni'mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (Q.S. al-Baqarah/2: 151).

4. Karakteristik Pendidik

Perlu juga dipahami bahwa pendidik dalam pendidikan Islam memiliki karakteristik tersendiri. Karakteristik ini tentunya membedakan pendidik dalam perspektif pendidikan Islam dengan pandangan pendidikan non-Islam lainnya. Al-Abrasy mengemukakan beberapa karakteristik pendidik.

a. Seorang pendidik bersifat zuhud, artinya melaksanakan tugasnya bukan semata-mata karena materi, melainkan mendidik untuk mencari keridhaan Allah.
b. Seorang pendidik harus bersih tubuhnya, jauh dari dosa dan kesalahan, bersih jiwanya, terhindar dari dosa, sifat ria dengki, permusuhan, dan sifat –sifat tercela lainnya.
c. Seorang pendidik harus ikhlas dalam menjalankan tugasnya dan memiliki sifat-sifat terpuji lainnya, seperti rendah hati, jujur, lemah lembut, dan sebagainya.
d. Seorang pendidik mesti suka memaafkan orang lain, terutama kesalahan peserta didiknya, lalu ia juga sanggup menahan diri, menahan kemarahan, lapang hati, banyak sabar dan mempunyai harga diri.
e. Seorang pendidik harus mencintai peserta didiknya seperti cintanya terhadap anak-anaknya sendiri dan memikirkan keadaan mereka seperti ia memikirkan keadaan anak-anaknya.
f. Seorang pendidik harus mengetahui karakter/tabiat peserta didiknya.
g. Seorang pendidik mesti menguasai pelajaran yang ia berikan.

Sementara an-Nahlawi menyebutkan beberapa karakteristik seorang pendidik, yaitu:
a. Mempunyai watak dan sifat rubbaniyah yang terwujud dalam tujuan, tingkah laku, dan pola pikirnya.
b. Bersifat ikhlas; melaksanakan tugasnya sebagai pendidik semata-mata untuk mencari ridha Allah dan menegakkan kebenaran.
c. Bersifat sabar dalam mengajarkan berbagai pengetahuan kepada peserta didik.
d. Jujur dalam menyampaikan apa yang diketahuinya.
e. Senantiasa membekali diri dengan ilmu, kesediaan diri untuk terus mendalami dan mengkajinya lebih lanjut.
f. Mampu menggunakan metode mengajar secara bervariasi sesuai dengan prinsip-prinsip penggunaan metode pendidikan.
g. Mampu mengelola kelas dan peserta didik, tegas dalam bertindak dan proporsional.
h. Mengetahui kondisi psikis peserta didik.
i. Tanggap berbagai kondisi dan perkembangan dunia yang dapat mempengaruhi jiwa, keyakinan atau pola berpikir peserta didik.
j. Berlaku adil terhadap peserta didiknya.

Dari karakteristik di atas dapat dipahami bahwa pendidik dalam pandangan Islam memiliki posisi yang tinggi dan terhormat. Namun tugas yang mesti mereka emban tidaklah mudah, sebab Islam menuntut pendidik tersebut melakukan terlebih dahulu apa-apa yang akan ia ajarkan. Dengan begitu, pendidik akan mampu menjadi teladan (uswah) bagi peserta didiknya, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pendidik yang mulia, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Ibn Khaldun, dalam kitabnya Muqaddimah, juga berpendapat bahwa seorang guru harus memiliki karakter yang baik. Dalam hal ini ia mengutip wasiat al-Rasyd kepada Khalaf bin Ahmar, guru puteranya MUhammad al-Amin. Wasiat ini merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru. Wasiat itu berbunyi,

"O Ahmar, Amirul Mu'minin telah mempercayakan anaknya kepada Anda, kehidupan jiwanya, dan buah hatinya. Maka, ulurkan tangan Anda padanya, dan jadikan dia taat pada Anda. Ambillah tempat di sisinya yang telah Amirul Mukminin berikan pada Anda. Ajari dia membaca Al Qur'an. Perkenalkan dia sejarah. Ajak dia meriwayatkan syiir-syiir dan ajari dia Sunnah-sunnah Nabi. 
Beri dia wawasan bagaimana berbicara dan memulai suatu pembicaraan secara baik dan tepat. Larang dia tertawa, kecuali pada waktunya. Biasakan dia menghormati orang-orang tua Bani Hasyim yang bertemu dengannya, dan agar ia menghargai para pemuka militer yang datang ke majlisnya. Jangan biarkan waktu berlalu kecuali jika Anda gunakan untuk mengajarnya sesuatu yang berguna, tapi bukan dengan cara yang menjengkelkannya, cara yang dapat mematikan pikirannya. Jangan pula terlalu lemah-lembut, bila umpamanya ia mencoba membiasakan hidup santai. Sebisa mungkin, perbaiki dia dengan kasih-sayang dan lemah-lembut. Jika dia tidak mau dengan han itu, Anda harus mempergunakan kekerasan dan kekasaran."

Wasiat di atas menjadi hal yang penting untuk diketahui oleh setiap pendidik. Dari wasiat itu pula dapat disimpulkan bahwa setiap pendidik mesti bijaksana dalam mendidik anaknya, penuh kesabaran dan kasih sayang serta tanggung jawab yang tinggi sehingga si anak memiliki kompetensi di bidang yang ia ajarkan.

5. Persyaratan Pendidik

Dari penjelasan tugas dan karakteristik pendidik di atas, dapat dipahami bahwa menjadi seorang pendidik yang sesungguhnya tidaklah mudah; butuh upaya yang sungguh-sungguh. Agar tugas tersebut dapat dijalankan dan karakteristik pendidik itu bisa dimiliki, maka seorang guru harus memiliki beberapa persyaratan. Al-Kanani (w. 733 H), seperti yang dikutip oleh Ramayulis, bahwa ada beberapa persyaratan seorang pendidik dalam pandangan pendidikan Islam. Persyaratan tersebut sebagai berikut:
Pertama, syarat-syarat pendidik berhubungan dengan dirinya sendiri, yaitu:

1. Pendidik hendaknya senantiasa insyaf akan pengawasan Allah terhadapnya dalam segala perkataan dan perbuatan bahwa ia memegang amanat ilmiah yang diberikan Allah kepadanya. Karenanya ia tidak mengkhianati amanat itu, malah ia tunduk dan merendahkan diri kepada Allah SWT.
2. Pendidik hendaknya memelihara kemuliaan ilmu. Salah satu bentuk pemeliharaannya ialah tidak mengajarkannya kepada orang yang tidak berhak menerimanya, yaitu orang-orang yang menuntut ilmu untuk kepentingan dunia semata.
3. Pendidik hendaknya bersifat zuhud.
4. Pendidik hendaknya tidak berorientasi duniawi dengan menjadikan ilmunya sebagai alat untuk mencapai kedudukan, harta, prestise atau kebanggaan atas orang lain.
5. Pendidik hendaknya menjauhi mata pencaharian yang hina dalam pandangan syara’ dan menjauhi situasi yang bisa mendatangkan fitnah dan tidak melakukan sesuatu yang dapat menjatuhkan hara dirinya di mata orang banyak.
6. Pendidik hendaknya memelihara syi’ar-syi’ar Islam, seperti melaksanakan shalat berjamaah di masjid, mengucapkan salam, dsb.
7. Pendidik hendaknya rajin melakukan hal-hal yang disunahkan oleh agama, baik dengan lisan maupun perbuatan, seperti membaca al-Qur’an, berzikir dan shalat tengah malam.
8. Pendidik hendaknya memelihara akhlak yang mulia dalam pergaulannya dengan orang banyak dan menghindarkan diri dari akhlak buruk.
9. Pendidik hendaknya selalu mengisi waktu-waktu luangnya dengan hala-hal yang bermanfaat, seperti beribadah, membaca, mengarang, dsb.
10. Pendidik hendaknya selalu belajar dan tidak merasa malu untuk menerima ilmu dari orang yang lebih rendah dari padanya, baik dari segi kedudukan maupun usianya.
11. Pendidik hendaknya rajin meneliti, menyusun dan mengarang dengan memperhatikan keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan untuk itu.

Kedua, syarat-syarat yang berhubungan dengan pelajaran (syarat-syarat paedagogis-didaktis), yaitu:
1. Sebelum keluar dari rumah untuk mengajar, hendaknya pendidik bersuci dari hadas dan kotoran serta mengenakan pakaian yang baik dengan maksud mengagungkan ilmu dan syari’at.
2. Ketika keluar dari rumah, hendaknya pendidik selalu berdoa agar tidak sesat menyesatkan dan terus berzikir kepada Allah SWT. Artinya, sebelum mengajarkan ilmu, seorang pendidik harus membersihkan hati dan niatnya.
3. Hendaknya pendidik mengambil tempat pada posisi yang membuatnya dapat terlihat oleh semua peserta didik.
4. Sebelum mulai mengajar, pendidik hendaknya membaca sebagian dari ayat al-Qur’an agar memperoleh berkah dalam mengajar, kemudian membaca basmalah.
5. Pendidik hendaknya mengajarkan bidang studi sesuai dengan hirarki nilai kemuliaan dan kepentingan yaitu tafsir al-Qur’an, hadis, ilmu-ilmu ushuluddin, ushul fiqh, dan seterusnya.
6. Hendaknya pendidik selau mengatur volume suaranya agar tidak terlalu keras.
7. Hendaknya pendidik menjaga ketertiban majelis dengan mengarahkan pembahasan pada objek tertentu.
8. Pendidik hendaknya menegur peserta didik-peserta didik yang tidak menjaga sopan santun dalam kelas.
9. Pendidik hendaknya bersikap bijak dalam melalkukan pembahasan, menyampaikan pelajaran dan jawaban pertanyaan.
10. Terhadap peserta didik, pendidik hendaknya berperilaku wajar dan menciptakan suasana yang membuatnya merasa telah menjadi bagian dari kesatuan teman-temannya.
11. Pendidik hendaknya menutup setiap akhir kegiatan pembelajaran dengan kata-kata wallahu a’lam yang menunjukkan keikhlasan kepada Allah SWT.
12. Pendidik hendaknya tidak mengasuh bidang studi yang tidak disukainya.

Ketiga, syarat-syarat pendidik di tengah-tengah peserta didiknya, antara lain:
1. Pendidik hendaknya mengajar dengan niat mengharapkan ridha Allah, menyebarkan ilmu, menghidupkan syara’, menegakkan kebenaran, melenyapkan kebatilan, dan memelihara kemaslahatan umat.
2. Pendidik hendaknya menolak untuk mengajar peserta didik yang tidak mempunyai niat tulus dalam belajar.
3. Pendidik hendaknya mencintai peserta didiknya seperti ia mencintai dirinya sendiri.
4. Pendidik hendaknya memotivasi peserta didik untuk menuntut ilmu seluas mungkin.
5. Pendidik hendaknya menyampaikan pelajaran dengan bahasa yang mudah dan berusaha agar peserta didiknya dapat memahami pelajaran.
6. Pendidik hendaknya melakukan evaluasi terhadap kegiatan belajar mengajar yang dilakukannya.
7. Pendidik hendaknya bersikap adil terhadap semua peserta didiknya.
8. Pendidik hendaknya berusaha membantu memenuhi kemaslahatan peserta didik, baik dengan kedudukan ataupun hartanya.
9. Pendidik hendaknya terus memantau perkembangan peserta didik, baik intelektual maupun akhlaknya. Peserta didik yang shaleh akan menjadi “tabungan” bagi pendidik, baik di dunia maupun di akhirat.

Syarat-syarat di atas harus diupayakan oleh seorang guru secara optimal sehingga ia akan menjadi guru yang profesional, baik dalam kemampuan paedagogik, profesional, individual hingga kepada sosialnya. 
Semua kemampuan/kompetensi tersebut tentunya berlandaskan kepada ajaran Islam.




Rekomendasi

Demikian pentingnya pendidik, maka pendidik ini harus menjalankan tugas dan memahami perannya sebagaimana yang dijelaskan di atas. Dalam konteks pelaksanaan pendidikan di Indonesia, pendidik, baik guru maupun dosen memang telah mendapat perhatian dari pemerintah, terbukti dengan adanya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Namun, pendidik harus menyadari bahwa pendidik tidak hanya sekedar profesi formal yang bertanggung jawab dalam menyampaikan materi sebaik-baiknya, dengan perencanaan pembelajaran yang matang dan menerapan metode yang baik. Hal yang lebih penting adalah pendidik seharusnya sebagai figur-central (uswatun hasanah) bagi peserta didiknya.

Apalagi adanya pergerseran nilai yang semakin tajam di era globalisasi ini, prinsip pragmatisme dan materialisme selalu menjadi pertimbangan—terkadang menjadi pertimbangan utama—dalam setiap profesi, termasuk profesi guru. Berkualitas tidaknya suatu pembelajaran hanya diukur dengan seberapa besar materi yang ia dapatkan.
Oleh karena itu, prinsip keikhlasan dan keteladan seharunya lebih mendapat perhatian bagi guru dalam konteks kekinian. Sikap yang ikhlas bukan berarti tidak membutuhkan materi, tetapi materi bukanlah tujuan utama dan penentu akhir berhasil tidaknya suatu pendidikan. Begitu pula keteladanan, bukan hanya tugas guru yang berkenaan dengan bidang studi akhlak an sich, seperti bidang studi agama dan bidang studi kewarganegaraan; akan tetapi keteladanan harus menjadi kepribadian setiap guru--terlepas apa pun bidang studi yang dibimbingnya—terutama guru yang beragama Islam. Hendaknya, masing-masing guru tersebut telah memiliki kepribadian Islami, sebab keteladanan kepribadian ini sangat menentukan berhasil tidaknya seorang pendidik dalam mempengaruhi pembentukan karakter (caracter bulding) peserta didik yang sesuai dengan ajaran Islam.

Hal ini tentu bisa mereka miliki, meskipun background pendidikan dari masiang-masing guru tersebut tidak berasal dari lembaga pendidikan Islam, seperti madrasah dan Pergutuan Tinggi Agama, akan tetapi di lembaga pendidikan umum pun mereka sudah mendapat pendidikan agama melalaui bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Diperkuat lagi pendidikan keluarga dan masyarakat yang berkenaan dengan pendidikan agama Islam itu sendiri. Oleh karena itu, meskipun kepribadian Islami menjadi tanggung jawab semua guru, akan tetapi guru bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) tetap mendapat prioritas dan bekerja keras agar mampu mewarnai bidang studi lain di lembaga pendidikan umum. Hanya saja, kebersamaan visi dan misi dari lembaga tersebut sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pendidik yang memiliki karakteristik sebagaimana yang diinginkan dalam konsep pendidikan Islam. Pentingnya memperkuat dan mempertegas peran guru dalam membentuk kepribadian peserta didik yang Islami juga tersirat dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada pasal 6 disebutkan bahwa "kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga professional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional…".


Download Klik